27/05/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

Peristiwa Singkat Timbulnya pengangkutan barang Di Dunia dan Indonesia

4 min read

Jasa pengantaran barang dapat disebutkan sebagai salah satunya aktivitas budaya paling tua yang dipunyai manusia. Meski sangatlah sukar tentukan waktu kapan pertama pekerjaan pengangkutan barang mulai dijalankan, tapi paling tidak kita bisa mendapatkan ini tebersit diulas dalam bermacam catatan kuno.

 

Umpamanya yang ada dalam Kitab Ibrani, Sejumlah raja Pertama (Pasal 9 ayat 26-27), yang bercerita usaha Nabi Sulaiman bangun armada dagang agar bisa datangkan banyak barang yang diperlukan bangsa Ibrani. Dalam Kitab ini dikisahkan kalau buat mengaktualkan impian itu, Nabi Sulaiman memohon pertolongan untuk Hiram, Raja Shur, supaya jalankan armadanya sekalian latih bangsa Ibrani melalui lautan.

 

Hiram yang menolong Sulaiman membuat armada laut, yakni Raja Phoenicia dari Tirus (nama lain dari Sour atau Shur) menurut Kitab Ibrani. Hiram (huram atau horam) yaitu bersekutu dengan Daud. Hiram banyak menolong Daud dalam pembangunan Istananya dengan mengirimnya pekerja-pekerja yang cekatan. Seusai kematian Daud, Hiram masuk ke persekutuan Sulaiman, yang paling menolongnya dalam bangun bait suci.

Riwayat banyak menulis Phoenicia menjadi bangsa maritim ulung yang mengerjakan pelayaran lintasi benua dalam mengorkestrai perdagangan antara bangsa di kala kuno.

Beberapa hasil arkeologi menunjukkan kalau orang Fenesia bukan hanya mengatasi teritori Timur tengah sampai Mediterania, namun juga sampai ke lokasi Britania.

 

Soal ini, sama dengan yang disibak oleh L. A. Waddell (1925), dalam bukunya “The Phoenician Origin of Britons, Scots serta Anglo-Saxons” berikut ini : “…saat ini diketemukan kalau agama agung dari Aryan Phoenicians, yang dikatakan ‘penyembahan-matahari,’ dengan formalitas dan kepercayaannya yang baik dan mulia mengenai ada kehidupan sesudah itu, yaitu kebangunan dari kematian, secara luas umum diawalnya Inggris sampai waktu Kristen.”

Marsha E. Ackermann, dkk. dalam buku Encyclopedia Of World

History berkata: “…bangsa yang paling memengaruhi peradaban lain lewat perjalanan mereka yakni beberapa orang Fenisia, beberapa orang pelaut serta petualang dari Lebanon kekinian yang ada sampai sepanjang Inggris serta menelusuri kurang lebih Sundul Afrika.

Beberapa orang Fenisia dipercaya melaut dari Lebanon (…) ke Inggris buat timah, serta dicatat oleh beberapa orang Romawi.

Perihal waktu pintas pelayaran, disibak dalam Alkitab Ibrani, Beberapa raja pertama (10:22), seperti berikut: “Lantaran di laut raja punya banyak kapal Tarsis tergabung dengan beberapa kapal Hiram; dan sekali 3 tahun banyak kapal Tarsis itu tiba bawa emas dan perak dan gading; pula kera serta burung merak.

Lama waktunya jam yang diperlukan dalam pelayaran itu tentu saja karena semasa itu pelayaran kapal benar-benar tergantung di tenaga angin.

Buat mengenal jarak menempuh setiap hari banyak kapal kuno, saya pengin membawa pembaca menyimak jarak serta waktu pintas pelayaran yang dikabarkan Fa Hsien (biksu Cina yang pelawat ke Asia Tenggara serta India di zaman kelima) dalam catatannya, jika pelayaran dari Yeh-p’o-t’I (satu tempat di Nusantara, banyak pakar biasa mengidentifikasinya dengan Jawadwipa) ke Kanton rata-rata menghabiskan waktu kira-kira 50 hari pelayaran.

 

Riwayat Pengangkutan Barang di Indonesia

Histori Berdirinya Jasa Pengangkutan di Nusantara Dikutip Dari Cargonesia.com
Histori berdirinya jasa pengantaran yang pertama Indonesia diawali pada kala penjajahan Belanda. Pada kala penjajahan VOC, ialah kira-kira tahun 1602, semuanya orang yang ingin kirim surat mau tidak mau mesti memercayakan nya ke Stadsherberg atau gedung pemondokan kota.

Cara tadi sesungguhnya sangatlah tak efisien, dan seseorang Gubernur Jenderal namanya Gustaaf Willem Baron van Imhoff terganggu untuk membikin layanan pengantaran yang semakin lebih efektif, aman dan terbukti.

Sebagai info, Baron van Imhoff yang terlahir di Frisia Timur, 8 Agustus 1705 adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-27 yang memerintah seputar tahun 1743 hingga 1750.

Tahun 1746
Dimulai dari inspirasi si Gubernur Jenderal itu, selanjutnya di tahun 1746, pasnya di tanggal 26 Agustus di Batavia dibikin kantor pos pertama di Indonesia.

Dengan berdirinya kantor pos itu, jadi pengantaran barang bertambah lebih efektif, di mana penduduk jadi bertambah ringan serta rasa aman saat mengantarkan beberapa naskah penting tak perlu risau serta ketakutan.

Tahun 1750
Berdirinya jasa pengangkutan di Indonesia itu setelah itu bersambung di mana pada lebih kurang tahun 1750 atau empat tahun mulai sejak berdirinya kantor pos di Batavia, dibikin cabang kantor pos di Semarang.

Pembangunan kantor pos cabang di Semarang itu bertambah memberinya udara segar untuk perubahan jasa pengantaran di Indonesia.

Pembangunan cabang kantor pos di Semarang itu dapat dibuktikan berikan resiko positif dengan menolong pemercepatan pengangkutan.

Tentu hal semacam itu disongsong dengan baik sekali oleh warga. Jalur pengangkutan yang dilintasi Pos Indonesia waktu itu ialah Pekalongan, Cirebon dan Karawang.

Tahun 1808
Dalam riwayat layanan pengangkutan di Indonesia itu, ada nama Daendels dalam jalan ceritanya. Di mana di tahun 1808, kepimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff terpindahkan oleh Herman Willem Daendels.

Tentu Anda ketahui siapa orang ini bukanlah? Ya, ia yang mempopulerkan mekanisme kerja rodi. Orang Indonesia pada kala kepimpinan Daendels mesti rasakan pahitnya kerja rodi.

Tapi dibalik kejamnya siksaan kerja rodi yang telah dilakukan Daendels, metode serta layanan pengangkutan pun ikut semakin bertambah baik. Karena tersokong dengan infrastruktur yang sedang dilakukan Daendels itu.

Tahun 1875
Semisal dengan terdapatnya pembangunan jalan dari Jawa Timur sampai Jawa Barat yang lebih meringankan proses pengangkutan barang dari setiap wilayah.

Bersambung di tahun 1875, Pos Indonesia dilebur dengan dinas telegraf dan ganti nama jadi Post En Telegraafdienst.

Pengaruh dari peleburan serta pertukaran nama itu ikut berpengaruh di perubahan kantornya, di mana semula kantor pos pusat ada dalam Gambir, Jakarta, beralih ke kota Bandung.

Mulai sejak itu Pos Indonesia berkembang makin sangat cepat sampai kelanjutannnya beralih status jadi Perusahaan Negara. Ketika itu Pos Indonesia jadi PN Postel, ialah Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi.

Tahun 1965
Lantas pada tahun 1965 PN Postel merasakan perombakan nama kembali, ialah jadi PN Pos serta Giro yang berpedoman dengan makin maju serta berubahnya bagian komunikasi dan pos.

Tahun 1978
Di tahun 1978 Pos Indonesia kembali ganti nama dari PN Pos serta Giro jadi Perum Pos serta Giro dengan visi membetulkan pertalian dan performa pengantaran dalam negeri pula luar negeri.

Tahun 1995
Sampai selanjutnya pada tahun 1995 Pos indonesia berubah nama jadi PT Pos Indonesia (persero) hingga waktu ini. Saat ini Pos Indonesia sudah miliki cabang di semua area NKRI, di mana sekurangnya 24.000 titik raihan pengantaran.

Servis yang dikasihkan pun kian baik, entahlah itu servis pra pengangkutan, proses pengangkutan sampai hingga saat pengangkutan.