Gunung Raung, Pendakian Penuh Mistik ke Pucuk Sejat

Gunung Raung membubung mewah di atas dataran tiga kabupaten sekalian, adalah Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi serta Jember. Secara administratif, gunung ini termaksud dalam serangkaian pegunungan Ijen. Nach untuk kelompok pendaki, pastilah nama Gunung Raung telah sangat ternama.

Kemashyuran gunung ini tidak lepas dari tingkat persoalan medan pendakiannya. Lantaran, lajur tanjakan udah ditemui mulai sejak titik awal mula pendakian. Ketujuan pucuk, lajur berlebihan yang penting dilewati lantas berbentuk tebing dengan jurang disamping kanan serta kirinya.

Lepas dari halangan itu, Gunung Raung selalu jadi lokasi pujaan untuk lawan adrenalin. Daya tarik kemegahan dari pucuk gunung ini jadi salah satunya magnet pendakian. Tapi, saat sebelum mulai pendakian, baiknya kamu harus mengenal perihal-perihal berikut berkaitan Gunung Raung.

1. Arti Filosofis Gunung Raung

Nama Gunung Raung bukan sekedar hanya merk saja, lho. Kabarnya hal demikian lantaran kalaupun kamu telah datang di pucuk, karenanya persiapan buat “ditampar” oleh angin yang paling kuat. Suara angin itu seakan-akan singa yang tengah meraung-raung. Lantaran itu, pendaki harus bertopang dengan lumayan kuat maka dari itu tidaklah sampai bikin badan tertiup sampai jatuh ke kawah. Nach, saat ini sudah ketahui kan, riwayat nama Gunung Raung ini?

2. Rival Gunung Ijen

Masih ada dalam kompleks Pegunungan Ijen, Gunung Raung sebagai satu diantaranya kompetitor berat sebagai lokasi ternama. Rekam jejak gunung ini kian terkemuka lantaran sebagai gunung dengan pucuk paling tinggi ke-2  di Pulau Jawa, sehabis Gunung Semeru.

Cobalah renungkan, kamu ada di dalam atas ketinggian pucuk 3.334 mtr. di atas laut sekalian melihat pemandangan lansekap tiga kabupaten sekalian. Pastilah dapat menjadi pengalaman yang susah dilalaikan sepanjang umur, dech!

3. Pucuk Sejati Gunung Raung

Antiknya kembali, Gunung Raung punyai empat pucuk sekalian yang jadi tujuan beberapa pendaki gunung. Ke-4 pucuk itu merupakan Pucuk Bendera, Pucuk Tusuk Gigi, Pucuk 17, serta Pucuk Sejati.

Mulai dari Pucuk Bendera, pendaki bisa beristirahat sebentar di bentangan area datar sekalian nikmati panorama ke-3  pucuk yang lain. Datang di Pucuk Tusuk Gigi serta Pucuk 17, kamu dapat lihat panorama lebih kurang gunung dari beberapa pelosok. Tapi, kamu perlu selalu berhati-hati lantaran situasi tebing yang sempit.

baca : 10 Tempat Liburan Cirebon Terhebat yang Lagi Hits

Titik paling akhir merupakan Pucuk Sejati yang disebut spot terunggul buat nikmati kemegahan kawah serta kaldera Gunung Raung . Sehingga, tiap-tiap pucuk punyai sifat serta kemegahan yang tidak sama ya.

4. Kaldera Paling besar di Jawa

Kaldera yang ada di dalam lebih kurang Pucuk Sejati ini terjadi dari letusan hebat. Kawah raksasa kering ini berwujud elips dengan kedalaman lebih kurang 500 mtr.. Maka dari itu, kaldera Gunung Raung sebagai kaldera antik sekalian paling besar di Pulau Jawa. Kalaupun buat tingkat se-Indonesia, kaldera ini sebagai paling besar ke-2  sehabis Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Oh iya, selalu siaga kalaupun ada di dalam lebih kurang kaldera lantaran masih aktif keluarkan asap serta api.

5. Spot Mistik dengan Peristiwa Gelap

Seperti rata-rata gunung, Raung di kenal juga punyai beberapa tempat mengerikan. Pos-pos pendakiannya saja punyai bagian horror, seperti pos Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit serta pos Pondok Angin. Di Pondok Sumur, diyakini dahulunya ada sumur yang demikian dalam serta jadi tempat semedi untuk beberapa orang sakti. Beberapa pendaki lantas menyatakan kalaupun acapkali dengar derap langkah kaki kuda waktu kemping di pos ini.

Sesudah itu Pos Pondok Demit dikatakan jadi pasar setan gunung Raung. Dimaksud pasar lantaran keyakinan orang di tempat sebutkan kalaupun tempat ini sebagai tempat jual membeli makhluk lembut. Maka itu, beberapa pendaki menyatakan pernah dengar keramaian seperti ada di dalam tengah pasar waktu melewati pos Pondok Demit ini.

Sesudah itu, tak kalah takut merupakan Pos Pondok Mayit. Nama itu lantaran pernah ditemui mayat bergantung di satu diantaranya pohon di situ. Pos paling akhir merupakan Pondok Angin lantaran sebagai spot yang punyai angin ribut . Sehingga harus berhati-hati biar badanmu tak turut didorong oleh angin yang meraung-raung. Seram-seram, ya. hihihi…

baca juga : 7 Tempat Liburan di Dago Ahli Bandung

6. Persiapkan Situasi Moral serta Fisik

Moral yang kuat serta masak dapat menjadi modal awal mula agar bisa sukses mengerjakan pendakian sampai ke Pucuk Sejati. Buat penyiapan fisik, pula bukan perihal biasa. Masalahnya kamu perlu waktu lebih pada 2 hari buat meniti lajur panjang ketujuan pucuk serta turun gunung. Beberapa pendaki juga menggunakan empat hari agar bisa mengirit tenaga saat sebelum pulang . Sehingga, yakini fisik serta mentalmu telah serius siap.

baca juga : wisata pulau macan kepulauan seribu

7. Yakini Kelengkapan Alat Pendakian

Buat mendaki Gunung Raung, kamu bukan sekedar dibutuhkan alat camping saja, lho. Masalahnya kamu pula dibutuhkan perabotan panjat serta semacamnya lantaran lajurnya cukup ekstrim. Buat pendaki pemula, baiknya kamu gunakan layanan guide ataupun bersama leader yang telah memiliki pengalaman, ya.

8. Urus Tentang pembuatan izin Mendaki

Kalaupun keadaanmu telah sempurna serta alat udah ada, waktunya buat mengelola tentang pembuatan izin. Langkahnya sangatlah simpel, kamu cukup mengharap ijin di basecamp Bu Suto, Kampung Wonorejo, Kampung Kalibaru Wetan, Kalibaru, Banyuwangi. Wilayah itu sebagai perkampungan paling akhir yang ada di dalam wilayah kaki Gunung Raung lewat Kalibaru.