04/12/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

Gaya Mengemudi yang Bikin Boros BBM

2 min read

Konsumsi bahan bakar, tetap menjadi segi utama yang dipertimbangkan sebelum belanja mobil. Apalagi untuk pembeli di segmen kendaraan yang harganya di bawah Rp 500 juta. Alasannya, mereka tak inginkan terlilit bersama dengan cost operasional yang tinggi.

Anehnya, mayoritas pemilik mobil di rentang harga segitu, justru punyai tradisi berkendara yang tidak irit bahan bakar. Percuma saja punyai mobil yang irit BBM (Bahan Bakar Minyak) terkecuali cara Anda membawanya boros. Berikut lima tradisi berkendara yang harus diubaKonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) suatu kendaraan menjadi pertimbangan banyak orang untuk membelinya.

Namun, sedikit yang mengerti bahwa konsumsi BBM termasuk tergoda cara atau model mengemudi. Beberapa orang tetap ada yang punyai tradisi menginjak pedal gas bersama dengan dalam tiap-tiap kali mengemudikan mobil.

“Sebaiknya terkecuali mobil inginkan irit BBM, maka model mengemudi pun harus disesuaikan
“Ketika menginjak pedal gas jangan segera diinjak dalam, namun sedikit diurut. Selain itu, jikalau manfaatkan mobil bertransmisi matik, tetap memposisikan tuas transmisi ke posisi netral,” kata Sapta. Ugal-ugalan Sapta menambahkan, terkecuali tradisi selanjutnya tidak dilakukan, konsumsi BBM akan lebih boros.

Selain itu, cara mengemudi yang ugal-ugalan termasuk tentu merubah pemakaian bahan bakar. Selain cara menginjak pedal gas, menjaga kecepatan termasuk harus diperhatikan. Khususnya pas melaju di jalan bebas hambatan atau jalan tol.

Menurut Sapta ,apabila di jalan Tol pertahankan putaran mesin di bawah 3.000 RPM. Contoh, kecepatan 70-80 kilometer per jam (kpj) bersama dengan 2.500 RPM. “Itu termasuk akan menolong konsumsi BBM menjadi lebih irit. Kalau tetap di atas 3.000 RPM, akan boros,” ujar Sapta.

Salah Satu Cara Kita Berhemat Bahan Bakar Adalah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 berkenaan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, batas kecepatan di jalan tol, yakni 60 kpj sampai 100 kpj. Namun, sekali kembali harus diingat, penting termasuk untuk sesuaikan kecepatan bersama dengan situasi di sekitar.