28/09/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

Cara Lakukan Terapi Air Putih Dengan Air Sejuk Adem Sari

2 min read

Tidak dapat dipungkiri lagi jika air putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, diantaranya membantu mengeluarkan racun dalam tubuh atau detoksifikasi, mengoptimalkan kinerja organ dalam dan membantu memudahkan proses penurunan berat badan.

Karena manfaatnya yang luar biasa, belakangan muncul tren terapi air putih. Tren pengobatan alternatif ini mulai populer di Jepang dan dipercaya dapat membantu mengatasi banyak masalah kesehatan, termasuk menyehatkan pencernaan, dan membantu menurunkan kolesterol.

Selain itu, terapi air putih dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan usus, menurunkan tekanan darah, mengendalikan kadar gula darah dan mencegah kanker.

Penelitian tahun 2000 yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology, menjelaskan jika terapi air putih berpotensi membantu menurunkan berat badan pada pria, serta mampu mencegah obesitas pada wanita dengan resiko kelebihan berat badan.

Penelitian lainnya yang diterbitkan dalam North American Journal of Medical Sciences, menjelaskan jika terapi air putih dapat mengoptimalkan penggunaan energi pada orang dewasa, dan membantu anak-anak obesitas untuk lebih aktif.

Cara Melakukan Terapi Air Putih

Dalam prakteknya, terapi air putih dilakukan dengan banyak minum air saat bangun pagi, atau ketika perut masih dalam kondisi kosong. Untuk melakukannya, ada beberapa aturan khusus yang wajib Anda perhatikan, diantaranya:

  • Hindari air dingin. Lebih disarankan minum air bersuhu normal, atau hangat.
  • Minum sekitar 600 mL air putih secara perlahan.
  • Hindari menggosok gigi setelah minum air.
  • Setelah minum air putih, istirahatkan perut selama 45 menit, setelah itu baru sarapan.
  • Setelah sarapan, istirahatkan kembali perut selama 2 jam sebelum menyantap cemilan.

Saat pertama kali menjalankan terapi ini, beberapa orang akan merasakan sensasi ketidaknyamanan di perut, atau jadi sering air kecil. Tapi tidak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu tubuh akan beradaptasi dengan pola terapi yang satu ini.

Tapi ada hal yang harus diperhatikan ketika melakukan terapi yang satu ini. Anda harus tetap mengendalikan asupan cairan Anda. Karena kebutuhan minum air putih hanya disarankan sebanyak 2-3 Liter per hari, atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Kelebihan konsumsi cairan beresiko menurunkan kadar sodium dalam darah. Jika terus dilakukan, kondisi ini dapat memicu ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, dan berpeluang besar menyebabkan intoksikasi air atau keracunan air.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya gejala mual hingga muntah, diare, sakit kepala, kejang, otot kaku dan lainnya. Dalam kondisi yang sangat parah, intoksikasi air dapat memicu pembengkakan otak hingga koma, dan berujung pada kematian.

Jika Anda ragu, atau memiliki kondisi khusus seperti masalah ginjal, dan lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau lakukan terapi ini dibawah pengawasan profesional.

Optimalkan Dengan Air Sejuk Adem Sari

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Anda disarankan memilih Air Sejuk Adem Sari sebagai minuman utama. Selain lebih memudahkan karena disajikan dalam kemasan 600 mL, produk ini mengandung sejumlah mineral penting, seperti Potasium, Kalsium, Sodium dan Magnesium.

Selain itu, menurut Environmental Protection Agency (EPA), air minum terbaik yang disarankan dikonsumsi memiliki nilai pH antara 6.5-8.5. Sementara Air Sejuk Adem Sari memiliki nilai pH 6.8.