01/10/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

5 Kali Lolos ke Putaran Final, Intip Perjalanan Timnas Indonesia di Kancah Piala Asia

3 min read

 

Mengingat perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia, maka kita akan sukses memasuki turnamen empat tahun lagi pada tahun 2023.

Timnas Indonesia kembali ke Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah lolos ke Piala Asia 2023 dan maju sebagai salah satu dari lima besar grup.

The Eagles berhasil lolos dari kualifikasi Piala Asia 2023 setelah menggagalkan perlawanan Nepal pada laga pamungkas Grup A, Rabu (15/06/22).

Timnas Indonesia mengalahkan Nepal 7-0 dalam pertandingan di Stadion Jaber Ahmed di Kuwait.

Selebrasi gol Timnas Indonesia menggebrak di beberapa menit pertama pertandingan dengan sundulan Dimas Dragard pada menit ke-6 dengan assist dari Asnawi Mangkualam.

Usai gol tersebut, Nepal harus bermain dengan 10 pemain setelah Suman Ayal diusir keluar lapangan pada menit ke-33. Dari segi jumlah pemain, Timnas Indonesia lebih stabil dan mampu mencetak gol tambahan.

Gol kedua dicetak Vitan Suleiman pada menit ke-43, disusul Fahruddin Arianto, Sadir Ramdani, Vitan Suleiman, Erkan di babak kedua Bagot dan Marcelino Ferdinand mencetak lima gol.

Berkat kemenangan besar ini, Timnas Indonesia berada di urutan kedua Grup A dan berhak melaju ke final Piala Asia 2023.

Berhasil masuk babak final Piala Asia yang merupakan kali kelima Timnas Indonesia melaju. Lantas, bagaimana nasib Skuad Garuda di ajang quadrennial edisi sebelumnya?

tidak pernah lolos penyisihan grup

Sejak pertama kali menjadi tuan rumah Piala Asia pada tahun 1956, Timnas Indonesia baru mencapai final sebanyak lima kali, termasuk Piala Dunia 2023.

Perlu dicatat bahwa empat pertandingan kualifikasi pertama untuk tim nasional Indonesia hanya terjadi pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Piala Asia 1996

Timnas Indonesia pertama kali lolos ke turnamen empat tahunan itu pada 1996, saat Piala Asia digelar di Uni Emirat Arab.

Pada Piala Asia 1996, Timnas Indonesia yang lolos ke babak pertama grup dibagi menjadi grup neraka, yaitu tuan rumah Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Korea Selatan.

Di tiga grup di babak penyisihan grup, Timnas Indonesia asuhan Danur Windo hanya bermain satu kali melawan Kuwait. Sedangkan Garuda kalah saat bertemu Uni Emirat Arab dan Korea Selatan.

Dengan dua kekalahan dan satu hasil imbang, Timnas Indonesia harus menjadi juru kunci hanya dengan satu poin dari rekor empat kekalahan.

apakah kamu live streaming bola online saat menonton Piala Asia 1996? Tulis di kolom komentar, kamu live streaming bola di situs mana saja!

Piala Asia 2000

Pada Piala Asia 2000, Timnas Indonesia membawa Hongkong dan Kamboja melaju ke final sebagai grup pertama.

Hebatnya lagi, Timnas Indonesia kala itu lolos dengan rekor impresif yakni 18 gol dan kebobolan lima gol dengan selisih 10 poin.

Setelah melaju ke final, Timnas Indonesia kembali terbagi ke grup tangguh bersama China, Kuwait, dan Korea Selatan.

Pada babak penyisihan grup Piala Asia 2000, Timnas Indonesia menjadi juru kunci dengan 1 kali seri dan 2 kali kalah, tanpa mencetak satu gol dan pun mencetak 7 gol.

Piala Asia 2004

Pada Piala Asia 2004, Timnas Indonesia menjadi runner-up Grup C, di belakang Arab Saudi, dan berhasil melaju ke babak kualifikasi.

Setelah melaju ke babak final, Timnas Indonesia dan tuan rumah China tergabung di Grup A, dikawal Bahrain dan Qatar.

Pada edisi kali ini, Timnas Indonesia telah berbenah, tidak lagi menjadi juru kunci, dan finis ketiga di atas Qatar.

Di babak penyisihan grup, Timnas Indonesia mampu meraih kemenangan, kemenangan pertama atas Qatar, kemudian mencetak 3 gol dan kebobolan 9 gol di dua laga berikutnya.

Piala Asia 2007

Di Piala Asia 2007, Timnas Indonesia sukses melaju ke final sebagai tuan rumah. Saat itu, Skuad Garuda memulai dengan baik.

Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain di laga pertama. Namun, untuk dua game berikutnya, Garuda harus turun.

The Eagles harus jatuh ke Arab Saudi dan Korea Selatan dan dengan demikian gagal lolos ke babak penyisihan grup Piala Asia 2007.

Meski begitu, Timnas Indonesia mengungguli Bahrain di peringkat ketiga dan menjadi posisi terbaik tim Garuda selama Piala Asia.