06/12/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

4 Tugas Yang Pas Untuk Ambivert, Apa Saja Opsi Kariernya?

6 min read

Kita telah mengulas mengenai opsi karier dan karier untuk ekstrovert dan introvert di dua artikel awalnya . Maka, kurang rasa-rasa-rasanya apabila kita tidak mengikutkan kaum-kaum tepian alias beberapa ambivert dan tugas yang pas untuk mereka. Tetapi saat sebelum kita awali, apa antara kalian sudah mengetahui apakah itu ambivert?

4 Tugas Yang Pas Untuk Ambivert, Apa Saja Opsi Kariernya?

Table of Contents

– Ambivert dalam Psikologi Personalitas
– Tugas Yang Pas Untuk Ambivert
– 1. Photografer
– 2. Podcaster
– 3. Penulis
– 4. Wartawan

– Personalitas dalam Karier, Pentingkah?

Ambivert dalam Psikologi Personalitas

Ambivert ialah personalitas yang diidentikkan dengan kesetimbangan di antara ekstraversi dan introversi pada diri pribadi. Memang belakangan ini, periset psikologi personalitas masih menyangsikan panggilan ‘ambivert,’ karena realitanya, ekstraversi dan introversi sebetulnya bukan dua kutub yang bersimpangan, tetapi satu opsi.

Maka tidak ada orang yang betul-betul ekstrovert atau betul-betul introvert, dan tiap orang tentu mempunyai sisi ekstrovert dan sisi introvert dalam dianya, walau tiap orang akan berbeda formasinya. Penglihatan ini disokong oleh Myers-Briggs Institute, yang jika kalian akrab, membuat alat test Myers-Briggs Tipe Inventory (MBTI).

Lalu, darimanakah sebetulnya asal panggilan ‘ambivert’ ini? Tidak ada yang mengetahui tentu. Yang terang, dalam artikel penelitian yang dicatat oleh Adam Grant di tahun 2013, istilah ambivert telah ada dan dipakai untuk menerangkan personalitas yang ada di tengah di antara ekstrovert dan introvert.

Grant mengatakan dalam artikelnya jika personalitas ambivert ialah personalitas yang paling konstan, karena tidak begitu terbuka atau terlampau tertutup.

Tugas Yang Pas Untuk Ambivert

Berikut ialah empat opsi karier yang kemungkinan pas untuk kamu yang berasa diri kamu ambivert:

1. Photografer

Karier photografer memang rekat dengan seorang yang menyukai jalanan sekalian mendokumentasikan peristiwa memakai camera. Jika kamu terhitung satu diantaranya, kamu mulai bisa jadi photografer professional. Tetapi ingat, photografer professional perlu portofolio yang memberikan keyakinan. Untungnya, saat ini beberapa website yang dapat dipakai untuk membikin portofolio photo atau memperkenalkan karyamu.

Sebutlah saja Flickr, Youpic, Pinterest, dan sudah pasti Instagram. Disamping itu, photografer harus juga dapat membuat rekanan dengan beberapa orang untuk meningkatkan dan mempromokan usahanya ke client. Terlepas dari introvert atau ekstrovert, untuk beberapa photografer professional, membuat rekanan dan komunikasi memerlukan tingkat ekstraversi tinggi, apa lagi bila harus ada pada kondisi seperti pernikahan atau moment yang mengikutsertakan beberapa orang.

Penghasilan photografer professional berbeda bergantung pengalaman dan tingkat kesusahan. Misalnya, untuk kontribusi photo National Geographic, penghasilannya dapat capai 400-500 USD atau sekitaran 6-7 juta rupiah setiap hari, dengan kontrak per artikel. Sementara untuk photografer majalah pada umumnya di Amerika Serikat, /tahun penghasilannya dapat capai 42.516 USD atau sekitaran 602 juta rupiah.

2. Podcaster

Jadi podcaster adalah tugas yang pas untuk ambivert.

Anak-anak muda modern tentu dekat dengan podcast, kan? Memasukinya pendengar podcast diperlebar dengan pemakaian program streaming audioseperti Spotify, Joox, dan Deezer. Lebih kurang seorang podcaster punyai deskripsi tugas yang sama dengan penyiar radio. Bedanya, bila penyiar radio bekerja secara live, seorang podcaster tidak harus live karena secara umum, podcast di-upload ke internet dan dapat di-download oleh pendengarnya.

Meski begitu, sama dengan penyiar radio, podcaster harus memiliki kekuatan komunikasi yang bagus karena dia harus bawa topik perbincangan dengan lentur dengan pembicara atau tanpa pembicara. Oleh karena itu, personalitas seorang podcaster memang umumnya terbuka, outgoing,dan membahagiakan.

Tetapi tidak berarti cuman ekstrovert yang menjadi podcaster, karena critical thinking akan diperlukan podcaster, apa lagi karena beberapa topik yang diulas dalam podcast bervariatif, dan bisa jadi aneh.

Beberapa podcaster berperanan sebagai editor dan produser, hingga kesabaran dan kreasi diperlukan dalam hasilkan satu content yang berkualitas. Rerata pendapatan podcaster bervariatif, bergantung dari reputasi content dan sponsor. Podcaster terkenal, Joe Rogan, mendapat penghasilan sampai 30 milyar USD /tahun di tahun 2019, dituruti oleh My Favorite Murder dengan penghasilan 15 milyar USD /tahun.

Bagaimana dengan Indonesia? Dikutip dari Kompas, penghasilan podcaster diprediksi dapat capai 14 triliun rupiah /tahun, karena walau iklan di podcast memiliki durasi semakin sedikit dibanding iklan di radio, ketenaran podcast berpengaruh pada kenaikan keyakinan advertiser pada podcaster. Tetapi jika masih tidak cukup, podcaster bisa juga memakai basis bantuan seperti Patreon sebagai pembina dana podcast-nya.

3. Penulis

Penulis memang kerap sama dengan beberapa introvert, tetapi akhir-akhir ini, penulis-penulis ekstrovert banyak muncul dengan beberapa karya yang sangat menarik. Sebutlah saja Trinity, penulis Nekad Pelancong yang populer dengan kisah hidupnya keliling dunia. Ada pula Mark Manson dengan buku Seni Berlaku Bodo Amat-nya.

Justru sebenarnya, ekstraversi dan introversi jarang-jarang terlihat dalam kepenulisan, karena menulis menggambarkan kekuatan seorang tuangkan idenya berbentuk karya tulis. Ide dibuat dari inteligensi. Inteligensi tidak ditetapkan oleh personalitas seorang, karena inteligensi memperlihatkan kekuatan belajar dan menyesuaikan, dan personalitas mengarah pada macam kecondongan sikap yang diperlihatkan seorang sebagai tanggapan pada sesuatu peristiwa di dalam lingkungan.

Karena itu, jadi penulis sebagai opsi karier yang pas untuk ambivert.

Masalah penghasilan, penulis akan berbeda tergantung dari reputasi kreasinya. Berdasar data US Bureau of Statistics tahun 2016, penghasilan rerata penulis novel di Amerika Serikat raih 61 ribu USD /tahun. Lain kembali dengan penulis yang masuk ke kelompok New York Times Best-Seller. Ingat royalti dari kontrak standard, seorang penulis yang jual 20.000 buku pada harga 25 USD akan memperoleh 65.625 USD pada minggu awal dalam perincian best-seller. Makin laku bukunya, makin tinggi juga penghasilannya.

4. Wartawan

Siapakah yang tidak mengenal dengan wartawan seperti Rosiana Silalahi, Aiman Witjaksono, Michael Tjandra, atau Najwa Shihab? Mereka ialah beberapa orang yang mempunyai pertimbangan krisis dan penuh keinginantahuan. Berikut kenapa wartawanme sangat rekat dengan beberapa orang berpribadi ekstrovert.

Walau demikian, tidak seluruhnya wartawan ialah ekstrovert. Introvert juga menjadi wartawan, karena selainnya personalitas, wartawanme memerlukan support komponen-komponen seperti kreasi, ketelitian, dan efektivitas, khususnya dalam menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Selanjutnya, masalah krisis dalam berpikiran diperlukan dalam wartawanme.

Dalam teori Myers-Briggs, pertimbangan krisis dan dalam ialah trait salah satunya peranan kognitif introvert yang diberi nama introvert thinking, tetapi teori itu menerangkan jika setiap personalitas mempunyai peranan kognitif ekstrovert dan introvert pada diri mereka, hingga orang memungkinkan untuk orang berpribadi ekstrovert mempunyai introvert thinking.

Bagaimana dengan penghasilannya? Di Singapura, wartawan eksper dapat mendapatkan gaji rerata 3.400 dolar Singapura atau sekitaran 36.lima juta rupiah /bulan. Sementara di Indonesia, wartawan rerata memperoleh gaji 14.sembilan juta rupiah /bulan dengan kisaran upah di antara 7 sampai 24 juta rupiah /bulan.

Personalitas dalam Karier, Pentingkah?

Sebetulnya, masih ada beberapa pilihan karier untuk ambivert, tetapi akan panjang jika ditulis dalam artikel ini. Sebagai tukarnya, silahkan kita pikirkan sesaat.

Di dunia riil, kita menyaksikan jumlahnya kecondongan orang memprioritaskan personalitas dalam karier. Walau sebenarnya sebenarnya, personalitas tidak cuma pemasti keberhasilan karier seorang. Riggio mengatakan dalam penelitiannya jika personalitas seorang tidak begitu tentukan bagus atau tidaknya leadership di dalam organisasi, tetapi social skill-nya. Selain itu, kepandaian emosi perlu diperhitungkan jika kita ingin memandang seorang, karena berdasar penelitian oleh Ghiabi dan Besharat (2011), kepandaian emosi bisa punya pengaruh pada personalitas pribadi.

Disamping itu, harus diingat jika banyak beberapa unsur yang lain memberikan dukungan personalitas seorang, tidak cuma ekstraversi atau introversi. Dalam teori Big Five, misalkan, personalitas seorang terdiri dari 5 factor, yakni agreeableness, openness, conscientiousness, extraversion, dan neuroticism. Berdasarkan teori Big Five, personalitas pribadi seperti spektrum, yang maknanya dari ke-5 factor itu, seorang tidak ada yang betul-betul cenderung ke salah satunya atau ke-5 factor itu.

Misalkan, tingkat agreeableness tiap orang akan berbeda, begitupun tingkat openness dan conscientiousness-nya. Lain kembali dengan Hans Eysenck, yang mengatakan jika personalitas seorang dikuasai factor biologis, hingga tiap pribadi mewariskan kekuatan belajar yang ditetapkan oleh performa mekanisme saraf otonom.

Selanjutnya, ada teori lain, yakni 16 factor yang disampaikan Raymond Cattell. Cattell mengatakan jika pribadi mempunyai 16 dimensi yang membuat pribadinya, yakni warmth, reasoning, emotional stability, dominance, liveliness, rule-consciousness, social boldness, sensitivity, vigilance, abstractedness, privateness, apprehension, openness to change, self-reliance, perfectionism, dan tension. (Kemungkinan masalah ini akan kita ulas di artikel selanjutnya. Sepakat ?)

Sebetulnya, ada banyak kembali teori yang berbeda mengenai personalitas. Kasus kamu terhitung ekstrovert, introvert, atau ambivert hanya sejumlah kecil dari factor yang membuat personalitasmu. Peranan lingkungan dan motivasi dari pada diri penting juga dalam personalitas, jadi tidak selama-lamanya personalitasmu cuman ditetapkan oleh label-label itu.

Oleh karena itu, terlepas dari semua opsi karier yang ada, kamu masih tetap memerlukan jam terbang yang tinggi dan kesabaran untuk capai keberhasilan. Yang perlu ialah niat selalu untuk berkembang dan terus belajar.

 

kunjungi juga asukoe.id