10/12/2022

Inspirasiku

Inspirasi Tiada Henti

4 Alasan Mengapa Drama Korea Itaewon Class Menarik dan Populer untuk Ditonton

4 min read

Itaewon Class menjadi satu diantara sinetron Korea. sinopsis itaewon class yang banyak dibahas belakangan ini. Sinetron yang diperankan oleh artis Park Search engine optimization Joon dan artis Kim Da Mi ini kelihatannya demikian disayangi oleh beberapa fans seri dari negeri Blackpink itu.

4 Alasan Mengapa Drama Korea Itaewon Class Menarik dan Populer untuk Ditonton

Sinetron yang tampil di stasiun TV Korea JTBC dan service streaming Netflix ini barusan usai pada 21 Maret 2020. Menariknya, Itaewon Class selalu alami kenaikan peringkat setiap adegannya.
Pucuknya di adegan akhir, Itaewon Class sukses raih 16,548 % untuk peringkat nasional di Korea dan 18,328 % untuk peringkat di teritori Seoul. Ini sebuah perolehan yang membesarkan hati ingat sinetron yang mulai mengudara pada 31 Januari 2020 ini tampil di TV kabel.
Apa sich yang membuat Itaewon Class demikian trending dibicarakan? Berikut pembahasan lima hal menarik mengenai Itaewon Class yang tampil sekitar 16 adegan.

1. Ide dan Alur cerita

Plot Itaewon Class diadaptasi dari webtoon terkenal di Korea yang mempunyai judul yang serupa. Sesuai webtoon-nya, sinetron ini mengangkat jenis friendship youth.
Menceritakan mengenai Park Sae Ro Yi (Park Search engine optimization Joon) yang bernafsu untuk membangun franchise restaurant yang namanya DanBam karena cedera periode lalunya. Dalam upayanya itu dia ditolong oleh sebagian orang, satu diantaranya Jo Yi Search engine optimization (Kim Da Mi) yang memegang jadi manager DanBam.
Membentuk bisnis yang dilandasi rasa ingin balas sakit hati, sudah pasti tidak semudah yang dipikir Park Sae Ro Yi. Walau telah mimpi membuat DanBam sepanjang 7 tahun, kenyataannya Park Sae Ro Yi tidak terlampau memahami triknya menjalankan bisnis. Ini membuat dia kerap alami ketidakberhasilan dalam mengambil langkah dan usaha.

Itaewon Class tidak demikian konsentrasi pada cerita cinta beberapa personalitasnya. Peristiwa romance dalam sinetron ini cuman dijadikan bumbu-bumbu supaya ceritanya lebih greget. Keseluruhnya narasi semakin banyak menceritakan mengenai realitas kehidupan yang umum terjadi disekitaran kita alias slice of life.
Walau mengusung cerita mengenai perjuangan Park Sae Ro Yi dan staff-nya, narasi yang dihidangkan Itaewon Class tidak monoton, kaku, dan menjemukan. Malah Itaewon Class sanggup menyatukan plot twist, scene melow, lucu, dan serius ketika yang bertepatan tanpa menghancurkan situasi hati pemirsa.
Dan tidak boleh lupakan cinematography dan tehnik koreksi yang disuguhi oleh faksi produksi. Demikian menarik dan memberikan dukungan alur ceritanya hingga dapat menghidupkan emosi pemirsa.
Tanpa improvisasi yang terlalu berlebih, alur cerita dan ide yang dihidangkan Itaewon Class benar-benar serupa dengan webtoon-nya. Ini tentu saja jadi point utama karena tidak menghancurkan khayalan beberapa pembaca. Dapat disebutkan live action Itaewon Class ini melewati harapan beberapa pembaca webtoon-nya hingga tidak menyebalkan.

2. Nilai hidup

Tidak cuma melipur, alur cerita yang disuguhi Itaewon Class punyai nilai-nilai yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan lho. Ceritanya yang memikat dan sanggup memberikan inspirasi beberapa orang jadi daya magnet khusus Itaewon Class.
Berlainan dari umumnya sinetron Korea, Itaewon Class berani mengusung rumor peka yang sebetulnya masih tabu dibicarakan di negara produksinya sendiri. Misalkan saja berkenaan rasisme pada orang berkulit hitam, LGBT, feminisme, dan bullying.

Narasi Itaewon Class konsentrasi pada bagaimanakah cara Park Sae Ro Yi untuk berusaha dan bangun dari kemerosotan karena periode lalunya yang demikian gelap. Walau tekadnya untuk sukses muncul karena kemauan balas sakit hati, Park Sae Ro Yi selalu usaha lakukan semua secara ‘bersih’, jujur, dan melawan ketidakadilan.

Selainnya menceritakan mengenai usaha keras dan perjuangan, faksi produksi Itaewon Class seakan ingin sampaikan jika ada selalu keinginan setiap masalah yang terjadi melalui siaran ini. Dalam perjuangannya membangun DanBam, Park Sae Ro Yi dan staff-nya kerap hadapi banyak permasalahan. Tetapi, mereka selalu menanggapi semua permasalahan itu dengan positif. Bukannya tersuruk, mereka malah selalu cari langkah bagaimanakah cara menuntaskan permasalahan itu. Permufakatan dan penelitian ialah hal yang harus mereka kerjakan ketika berada ‘badai’.

3. Bertabur cameo

Semenjak awalnya penyiarannya, Itaewon Class banyak mendatangkan figure khalayak Korea menjadi cameo. Kedatangan mereka kelihatan demikian alami tanpa menghancurkan situasi dan ide intinya. Kedatangan artis Park Bo Gum di adegan akhir kelihatannya menjadi satu diantara hal yang paling ditunggukan pemirsa Itaewon Class.

Selainnya Park Bo Gum ada pula artis Yoon Park, Kim Il Joong, Hong Seok Cheon, Kim Seong In, artis Han Bom, dan ada banyak kembali. Kedatangan mereka sudah pasti membuat Itaewon Class makin hebat.

4. Penyeleksian Soundtrack

Okay, faksi sinetron Korea memang totalitas dalam menghasilkan seri. Beberapa lagu pendamping dalam sinetron Korea menjadi satu diantara hal yang terpenting dalam produksinya. Penyeleksian soundtrack dan penyanyinya selalu disiapkan dengan serius dan selalu harus searah dengan narasi yang dihidangkan. Begitupun dalam sinetron Itaewon Class.
Itaewon Class banyak memiliki soundtrack dengan share jenis yang mempunyai tujuan untuk membikin pemirsa tenggelam dalam narasi yang diperlihatkan. Misalkan saja saat scene bersedih, lagu ‘Still Fighting It’ yang dinyanyikan Lee Chan Sol atau ‘Someday, The Boy’ dari The Perasaan akan diputar untuk membikin situasi makin sendu dan emosional.

Ketika episode Park Sae Ro Yi demikian semangat untuk bangun dari ketidakberhasilan, pemirsa akan dengarkan lagu ‘Start’ dari Gaho. Lagunya yang upbeat seakan memvisualisasikan semangat Park Sae Ro Yi yang demikian membara saat berusaha.

Fans BTS tentunya sudah mengetahui jika V ikut juga berperan serta sebagai pengisi soundtrack dalam Itaewon Class. V menyanyikan lagu ‘Sweet Night’ untuk sinetron ini. Lagu berjenis melow akustik itu dia sembahkan sebagai support untuk temannya, Park Search engine optimization Joon.